Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   

Entri yang Diunggulkan

8 Masalah Kesehatan Yang Muncul Dari Ruang Ber-AC

Berada di ruangan AC memang menyejukkan. Udara di luar yang sangat terik akan segera tergantikan dengan dinginnya ruangan. Namun kenyama...

Tampilkan postingan dengan label Wisata Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Kuliner. Tampilkan semua postingan

Branding Kopi


Hari Jumat sore (6/12) lalu saya mendapat berkah ilmu dari pak Priyantono Rudito dalam sebuah acara sesi sharing dengan Komunitas @memberiID. Dia adalah teman lama yang sejak 1,5 tahun lalu menjadi direktur SDM PT.Telkom. Lebih setahun lalu saat membaca di koran Pak Pri diangkat menjadi direktur SDM, saya kaget nggak percaya. Ya, karena setahu saya Pak Pri adalah pakar marketing, karena sejak hampir sepuluh tahun lalu kita sering mengajar bareng mengenai marcomm (marketing communication). 

Sejak dia mengambil kuliah master dan doktor di Australia hubungan kami terputus. Sekitar lima tahunan kami tidak bersua, eh tiba-tiba baca di koran ia menjadi direktur SDM. Padahal master dan doktornya (dari Universitas RMIT) adalah marketing dan kini ia mengajar di sekolah bisnis ITB pun untuk mata kuliah marketing.

Beberapa bulan terakhir saya intens ketemu pak Pri karena berencana menulis buku bareng mengenai marketing untuk industri telekomunikasi. Nah, dari banyak ngobrol belakangan saya tahu ia adalah seorang pakar kopi juga. Tidak main-main, ia adalah pemegang sertifikasi barista (peracik kopi) internasional. Karena alasan itulah kemudian muncul ide saya mengajak ia berbagi ilmu mengenai bagaimana membranding kopi lokal Indonesia.

Nilai Tambah
“Kopi adalah salah satu produk paling kompleks untuk bisa menjadi yang terbaik dihidangkan di meja,” ujar Pak Pri, Ya, karena kopi memiliki banyak ragam dan rasa. Untuk menjadikannya the best coffee, diperlukan tahapan-tahapan kompleks untuk mengolah dan meraciknya dari biji kopi hingga terhidang di meja kafe atau ruang tamu kita.

Pak Pri bercerita, setidaknya ada 7 langkah yang harus dijalankan dengan sangat teliti dan disiplin untuk menghasilkan secangkir kopi terbaik. Di mulai dari memetik biji kopi di kebun, mengeringkan dan menyimpan, memanggang (roasting), menggiling (grinding), mengekstrasi (extracting) untuk mengasilkan espresso, menguapkan susu (frothing) untuk membuat latte atau cappuccino, hingga menuangkan ke cangkir (latte art).

“Kopi itu manja, sedikit saja kita salah memperlakukannya, maka rasa dan aromanya akan berbeda,” ujarnya. Menyimpan biji kopi misalnya, tidak bisa sembarang suhu. Atau, menggiling kopi, tak bisa asal giling. Begitu pula menguapkan susu atau frothing harus dilakukan dalam rentang waktu yang presisi. Semua itu ada tekniknya. Nah, kepiawaian dalam mengolah dan meracik kopi inilah yang menjadikan secangkir kopi bisa cuma dihargai Rp.4000, ada yang Rp.40.000, atau bahkan ada yang Rp.400.000.

Kopi Branded
Mengetahui betapa proses pembuatan secangkir kopi demikian “canggih”, saya kemudian sadar bahwa pengusaha kopi kita (khususnya UKM) haruslah menguasai ilmu ini. Indonesia dikenal memiliki modal kekayaan biji kopi yang luar biasa mulai dari kopi Lampung, Ungaran, Toraja, Medan, hingga kopi Gayo Aceh. Sedihnya, biji-biji kopi hebat itu hanya diolah dengan cara tradisional. Walhasil, di warung paling banter laku lima ribu perak. Kalau biji-biji kopi berkualitas dunia itu diolah dan diracik dengan teknik-teknik modern, maka ia akan menghasilkan “kopi branded” yang bisa mendunia dengan harga puluhan bahkan ratusan ribu per cangkir.

Pak Pri membandingkan, “Di negara-negara Skandinavia, mereka tidak punya pohon kopi seperti kita. Tapi mereka menguasai teknik meracik kopi untuk menghasilkan espresso, latte, atau cappucinno paling enak di dunia. Akibatnya, mereka bisa mendapatkan marjin sangat tinggi.” Kita sebaliknya, memiliki biji kopi hebat, tapi tidak punya knowledge untuk mengolah dan meraciknya. Akibatnya kita puas hanya menjual kopi tubruk 3-5 ribu perak secangkirnya.

Diversity, Locality, Equality
Ada satu kalimat Pak Pri yang membuat saya kepikiran terus sepanjang malam. “Coffee is the most trade commodity after oil,” ujarnya. Di seluruh dunia kopi itu laris-manis dan meningkat terus konsumsinya. Potensi pasar dari secangkir kopi itu luar biasa besar dan tak ada matinya, apalagi kalau sudah di-blended dengan gaya hidup (lifestyle) seperti yang dilakukan Starbucks.

Karena itu saya berpikir, seharusnya kopi bisa menjadi senjata ampuh ekonomi kita dalam bersaing di pasar global (ingat, Asean Economic community di depan mata). Syaratnya satu, bukan sekedar jualan komoditas biji kopi, tapi jualan “kopi branded” yang sudah mengalami teknik pengolahan/peracikan modern, yang kemudian di-blended dengan unsur lifestyle si konsumennya.
Upaya mengembangkan warung kopi branded merupakan pilihan pengembangan brand nasional yang tepat karena beberapa alasan. Pertama, seperti saya uraikan di depan, kita memiliki modal luar biasa berupa diversitas (diversity) biji kopi yang banyak dengan kualitas unggul kelas dunia. Kedua, bisnis ini bisa dilakukan oleh UKM kreatif dalam jumlah yang sangat besar dengan kekuatan ciri lokalnya (locality). Ketiga, bisnis ini juga padat karya, sehingga berpotensi memeratakan kemakmuran (equality).

Dengan begitu, saya lebih setuju ekonomi kita ditopang ribuan UKM yang mampu menghasilkan ribuan warung kopi branded yang padat karya, ketimbang satu industri mobil, kapal, atau pesawat yang padat modal/teknologi. Saya lebih setuju ekonomi kita menciptakan ribuan brand “warung kopi branded nasional” yang memeratakan kemakmuran, ketimbang satu brand “mobil nasional“, “kapal nasional“, atau “pesawat terbang nasional“, yang bisa memicu kesenjangan kemakmuran.

(Yuswohardy/Bahtera-Ummat/ABNS)

Ini Ayam Sampah, Ayam Goreng dari Aceh Bertabur Daun Rempah


Laporan Reporter Serambi Indonesia/Nurul Hayati

Dari namanya saja makanan yang satu ini sudah unik.
Ayam Sampah atau Ayam Tangkap, begitu nama populernya.

Disebut Ayam Sampah karena makanan yang menjadikan ayam goreng sebagai komposisi utama ini, disajikan bersama gunungan daun rempah berupa temuru dan pandan yang digoreng kering.
Tak heran jika kemudian pembeli menamainya Ayam Sampah.

Sajian Ayam Sampah atau Ayam Tangkap Rumah Makan Aceh Rayeuk, di Jalan Tgk Imum Luengbata, Banda Aceh. (Foto-foto Serambi Indonesia/Nurul Hayati)

Sedangkan nama Ayam Tangkap merupakan nama resmi yang disematkan oleh pemilik usaha rumah makan.
Hal ini mengingat pembeli diberi kebebasan memilih ayam mana yang hendak disantap, baru kemudian ditangkap dan diolah oleh koki untuk disajikan kepada pembeli.

Cara Menyantap
Sama seperti namanya, cara menyantapnya juga unik.

Daun temuru dan pandan yang memenuhi hampir semua permukaan piring hanya menyisakan sedikit celah bagi potongan ayam yang mengintip dibalik gunungan daun.

Oleh karena itu jika hendak memakannya, maka anda harus mengubek-ubek terlebih dulu guna menemukan ayam yang dipotong kecil-kecil yang tertimbun dedaunan.

“Ayam Tangkap cocok dimakan berdua atau bertiga. Porsinya cukup besar dan enak disantap dengan nasi selagi hangat,” ujar Nunung, warga asal kota setempat yang makan bersama seorang teman.

Pengunjung saat menikmati Ayam Sampah atau Ayam Tangkap, sajian Rumah Makan Aceh Rayeuk, di Jalan Tgk Imum Luengbata, Banda Aceh.

Cara Memasak
Serambi Indonesia (Tribun Network) berkesempatan bertandang ke Rumah Makan Aceh Rayeuk, salah satu tempat yang menyajikan menu spesialis ayam tangkap.

Menyibak rahasia dapur kuliner Aceh yang dikenal kaya bumbu dan rempah.
Ayam goreng yang dipotong kecil-kecil itu menggunakan kunyit, ketumbar, jahe, bawang merah, bawang putih, dan tak ketinggalan cabai sebagai bumbu.

Bumbu yang telah dihaluskan itu lantas dilumuri ke dalam potongan ayam dan direndam selama lima menit.
Selanjutnya digoreng dalam minyak panas bersama irisan bawang merah yang kemudian ditambahkan dengan daunan rempah.

Setelah digoreng menjadi bawang goreng dan daun pandan, serta temuru dalam kondisi kering benar, lantas itu semua diangkat dan ditiriskan.

Menyisakan potongan ayam berbumbu di dalam wajan yang menunggu matang. Tak lebih dari 10 menit, ayam tangkap atau ayam sampah pun siap disajikan.

Keunikan Ayam Tangkap
“Uniknya Ayam Tangkap karena menggunakan daunan rempah yang digoreng kering sehingga bisa dimakan. Cara memasak pun turut menentukan citarasa ayam,” terang Boy, pemilik Rumah Makan Aceh Rayeuk.

Rumah makan yang beralamat di Jalan Tgk Imum Luengbata, Banda Aceh tersebut konon merupakan tempat pertama yang memperkenalkan ayam tangkap di ibu kota provinsi paling barat Indonesia tersebut.
Setiap harinya Rumah Makan Aceh Rayeuk menghabiskan hingga 150 ekor ayam untuk memenuhi permintaan pembeli.

Selain melayani pembeli yang makan di tempat, Boy juga menerima pesanan dari berbagai daerah di Indonesia.

Tempat yang berdiri sejak 1996 ini buka dari jam 09.00–22.00 WIB setiap harinya.
Khusus bagi anda yang membawa pulang atau memesan, makanan tersebut tahan hingga 4 hari.
Cukup disimpan dalam microwave atau dipanaskan dengan cara digonseng.

Karena dimasak dalam kondisi kering betul, maka tak perlu khawatir citarasanya berubah.
Boy mengungkap dirinya setia menggunakan jenis ayam kampung yang terbilang muda.

Untuk itu ia berlangganan ayam kepada penggalas yang memasoknya dari berbagai daerah di Aceh.
Namun demi alasan kepraktisan, kini pihaknya menerima ayam yang sudah dibersihkan sehingga tinggal diolah.

Tempatnya mempekerjakan seorang koki khusus untuk mengolah ayam spesial tersebut.
Untuk menikmati seporsi Ayam Tangkap, kita harus merogoh kocek Rp 60.000.

(tribunnews.com/ABNS)

Atiningtyas Mengatakan Sing Penting: Wisata Kuliner Tegal


Aku adalah orang asli Tegal, dan aku bangga karenanya. Orang Tegal dikenal karena keuletannya, kamu bisa menemukan orang Tegal dimana-mana. Hampir semua kota besar di Indonesia terdapat orang Tegal. Kebanyakan diantara mereka mencari nafkah dengan membuka warung makan yang kemudian dikenal dengan WARUNG TEGAL (WARTEG). 
 
Warung makan dengan beraneka lauk pauk, rasa mantap, dan murah meriah itu sudah terkenal di seantero nusantara. Tapi bukan Warteg yang akan aku bahas dalam postinganku kali ini, melainkan tentang kuliner Tegal yang memang laka-laka.
Jika kamu mengunjungi Tegal, aku merekomendasikan beberapa kuliner di bawah ini, diantaranya adalah :

1.       Soto Tegal
Kuliner yang satu ini dijamin tidak akan kamu temukan selain di Tegal. Kuah soto yang biasanya bening atau bersantan, kali ini akan berwarna cokelat kehitam-hitaman, warna itu dihasilkan dari tauco. Bumbu dari kedelai yang difermentasi ini akan memberikan sensasi yang berbeda. Terdapat beberapa varian, ada soto ayam, soto daging sapi, soto babat sapi, dan campuran dari ketiganya.

Warung soto Tegal yang terkenal bernama SOTO SEDAP MALAM BPK. DAAN JENGGOT yang berada di desa Talang kabupaten Tegal. Nyendok maning daging maning (nyendok lagi daging lagi) hehe.. Itu tandanya kalau dalam semangkuk soto terdapat banyak dagingnya. Kebayang nggak tuh?

2.       Sate Tegal
Sate kambing memang ada dimana-mana, tapi begitu kamu mengunjungi Tegal dan merasakan sate kambingnya, kamu pasti akan merasakan perbedaan. Perbedaan yang kamu rasakan tentunya adalah enak. Warung sate Tegal yang terkenal karena kelezatannya adalah warung sate Balibul di desa Tuwel-Bojong (arah ke Guci), sate Tirus yang berlokasi di daerah Gebang kota Tegal (pas rel kereta api Tirus), dan aku juga merekomendasikan warung sate Pak Ratno yang terdapat di desa Balapulang kabupaten Tegal. Dagingnya yang empuk dan tidak membuat enek sangat cocok dimakan kapan saja. Kamu sekalian dijamin akan ketagihan!

3.       Kupat Blengong
Kuliner ini adalah makanan khas dari daerah kota Tegal, tepatnya desa Tegalsari. Blengong adalah hewan hasil persilangan antara bebek dan entok. Rasanya lebih enak dari bebek menurutku. 
Bagi yang belum pernah merasakan kelezatan daging blengong, sudah saatnya kamu sekalian bertobat. Loh?? Hehe.. Sudah saatnya kalian menjadikan kupat blengong sebagai kuliner wajib coba jika kamu mengunjungi Tegal. Dengan bumbu kuning dan dilengkapi dengan kupat (ketupat) menjadikan kuliner ini tidak hanya lezat tapi juga mengenyangkan.

4.       Kupat Margasari
Kalau kupat jenis ini adalah makanan khas dari desa Margasari kabupaten Tegal. Terdapat 3 jenis varian, ada kupat dengan bumbu kacang yang ditumbuk kasar dilengkapi dengan tahu aci, kupat dengan kuah merah dilengkapi daging ayam, dan kupat dengan kuah kuning dilengkapi daging kambing. 
Ketiganya super mantap, karena rasanya yang khas dan berbeda dari makanan kupat-kupat lainnya. Kamu bisa mendapatkan kuliner ini di pasar Margasari, ada banyak pedagang kupat Margasari yang mangkal disitu. 

5.       Kupat glabed Randugunting
Randugunting adalah nama desa yang terdapat di kota Tegal, tepatnya di dekat rumah sakit Kardinah. Disitu kita bisa mendapatkan kuliner kupat dengan kuah kuning dan dilengkapi dengan sate kerang. 
Rasanya memang agak berbeda dengan kupat Margasari karena kuahnya terasa lebih soft, tetapi semua itu tidak mengurangi kelezatan dari jenis kupat ini. Jika kamu pergi ke  alun-alun kota Tegal, disitu akan berjejer pedagang yang menjual kupat glabed Randugunting. 

6.       Tahu Aci
Di Sumedang ada tahu Sumedang, di Tegal pun ada tahu khas Tegal yaitu tahu yang berasal dari kecamatan Adiwerna, tepatnya desa Banjaran. Jenis tahu ini berbeda karena lebih kenyal, dipadu dengan aci atau tepung tapioka kemudian digoreng, pas sekali dinikmati saat santai sebagai cemilan, apalagi memakannya sambil kumpul dengan teman di alun-alun Slawi, dijamin kamu tidak ingin pulang kerumah saking nikmatnya. Jangan lupa cabe rawit untuk menambah kelezatannya. 

7.       Teh Poci
Ini dia kebanggaan Tegal, minuman yang mengklaim dirinya Wasgitel (wangi sepet legi kentel) memang tidak ada duanya. Satu kotak kemasan Teh dimasukkan ke dalam poci tanah liat dan diseduh dengan air mendidih membuat seduhannya itu kentel. 
Cara meminumnya adalah : gula batu  diletakkan di cangkir tanah liat kemudian disiram dengan seduhan teh tadi, aduk sampai dirasa cukup manis kemudian disrupuuuutt… Ahhh.. Mantap! Hahaha… 
Lagi-lagi alun-alun Slawi adalah tempat yang cocok untuk menikmati minuman khas ini, ditemani dengan tahu aci akan menjadikan suasana malam tambah menyenangkan. 

8.       Ponggol setan
Ada yang tahu makna dari ponggol setan? Aneh sekali ya namanya? Ponggol setan adalah jenis kuliner rakyat kecil, ponggol itu sendiri adalah nasi bungkus dan kata setan diambil karena nasi bungkus ini akan dijual pada saat malam tiba. Kebanyakan setan kan keluar malam hari? Hehe… 
Nah, oleh karena itulah nasi bungkus ini dinamakan ponggol setan. Tetapi oleh sebagian orang, kata setan diartikan sebagai penanda rasa pedas dari lauk yang ada di ponggol itu. 
Ponggol ini hanya menggunakan sambal goreng tempe sebagai lauk utamanya, dan bisa dipadu dengan berbagai macam gorengan. Tetapi semua itu tidak menjadikan makanan ini terasa murahan, karena sedap yang dirasa akan membuat kita ingin makan lagi dan lagi. Jika kamu kelaparan di waktu malam, cari saja pedagang ponggol setan yang sekarang sudah terdapat dimana-mana. 

9.       Kupat Bongkok
Di Tegal memang banyak terdapat makanan kupat, kupat bongkok ini berbeda karena tidak ada kemewahan yang akan kalian rasakan jika memakannya.  Kenapa? Karena hanya ada tempe bonto (tempe yang sudah agak basi) yang ditumbuk sebagai campuran kuahnya, tauge yang sudah disiram air panas, dan kerupuk mie yang diremuk, kalau perlu ditambah sambal. 
Apakah enak? Tentu saja… Jika dimasak dengan bumbu yang pas tentu akan enak, istilahnya bukan enak tetapi sedap. Kamu bisa mendapatkan kupat bongkok ini di Kota Tegal, aku sendiri pernah mencoba makan di daerah Langon, pas pertigaan yang mengarah ke Mejasem. 

10.   Martabak Telur
Kenapa martabak telur masuk dalam daftar kuliner khas Tegal? Martabak telur kan ada dimana-mana? Kalian tahu tidak kalau Tegal adalah daerah asal mula martabak telur ada di Indonesia? 
Desa Lebaksiu  Kabupaten Tegal adalah daerah asal mula martabak telur, konon dulu terdapat pedagang dari Arab yang menjalin hubungan baik dengan orang Lebaksiu dan mengajarkan resep martabak khas Timur Tengah, mungkin karena disesuaikan dengan lidah orang Indonesia maka jadilah resep martabak telur seperti yang sekarang kita nikmati. 
Cobalah mampir ke Lebaksiu untuk merasakan martabak telur yang asli, karena yang asli pasti rasanya akan lebih mantap daripada yang lain.

Itulah beberapa kuliner khas Tegal yang pastinya menggugah selera makan kamu semua, jika ada yang mau berbagi makanan dari daerah lain, silahkan tinggalkan komentar kalian. Tertarik untuk mencoba? 

Come on visit Tegal!! Tegal adalah kota yang ngangeni lan mbetahi dan memang laka-laka! 

Thank’s for read.


Sumber : murni otak saya. (http://atiningtyas.blogspot.com)

Soto Sedap Malam Pak Daan Jenggot Di Tegal



Musim mudik lebaran tinggal menghitung hari. Bagi Anda yang berencana untuk mudik melalui jalur pantura, jangan lewatkan kesempatan ini berlalu begitu saja. Gunakan kesempatan ini untuk sekalian menikmati wisata kuliner di sepanjang jalur pantura ini. Ada begitu banyak kuliner yang bisa kita nikmati di kota-kota yang termasuk ke dalam jalur pantura ini. Selain rasanya yang unik, stamina dalam menempuh perjalanan yang panjang pun juga akan terjaga.

Melintasi kota Tegal, jangan lewatkan untuk menikmati soto khas Tegal yang banyak digemari hingga warga kota-kota sekitarnya. Pada saat melintasi Jalan Raya Talang, Kabupaten Tegal atau ±300 meter dari perbatasan Kota Tegal menuju Slawi, kita akan bertemu dengan sederetan warung dengan nama Soto Sedap Malam. Pasalnya, warung makan yang mengusung brand ini menyediakan menu soto khas Tegal yang membuat para pelanggannya ketagihan untuk menikmati lagi.

Dari sekian banyak Warung Sedap Malam, ternyata yang asli hanya ada dua warung saja. Yang satu memakai nama Warung Sedap Malam Daan Jenggot dan Warung Sedap Malam Kiman, dimana keduanya di sisi jalan yang sama dan hampir sebelah-menyebelah. Sedangkan pemilik warung-warung lainnya merupakan para mantan staf dapur Daan Jenggot yang kemudian membuka warungnya sendiri.

Berdasarkan informasi yang kami terima, pada awalnya usaha ini dirintis oleh Pak Daan Jenggot dengan berjualan soto di Comal (kota kecil antara Tegal-Pekalongan). Kemudian usahanya ini mulai mencapai kesuksesan setelah Beliau berpindah ke Alun-Alun Tegal hingga akhirnya mendirikan sebuah warung di Jl. Talang, pinggiran Kota Tegal hingga sekarang ini. Biasanya warung Pak Daan Jenggot ini yang paling ramai disinggahi para pelanggan.

Soto atau sauto ini tersedia dalam beberapa macam, ada soto ayam, daging, babat atau campur. Kalau Anda penasaran, ada baiknya memesan yang campur saja agar bisa merasakan kelezatan semuanya. Nasi dicampur dalam mangkuk soto dengan kuah kecokelatan yang diselimuti oleh potongan daging ayam, sapi, babat maupun jerohan. Sedangkan mangkuk yang digunakan adalah mangkuk kecil seperti yang digunakan pada soto khas Kudus. Terkadang porsinya ini juga membuat kita sedikit kebingungan, antara pesan satu atau dua. Tapi tak jarang para pelanggannya memesan satu setengah mangkuk, tapi jangan kaget kalau porsi setengah yang diminta pada aktualnya tidak jauh berbeda dengan porsi penuh.

Disamping itu, disediakan juga semangkuk rajangan daun bawang dan semangkuk kriukan. Seperti kulit ayam dan bagian-bagian lain yang digoreng hingga garing. Untuk menikmati kesempurnaan rasanya, taburkan kriukan di atas soto sebelum menyantapnya. Rasanya benar-benar nikmat, apalagi kalau ditambah dengan sambal dan sedikit kecap yang membuat rasanya semakin komplit. Dan yang lebih nikmat lagi, kita cukup mengeluarkan kocek antara 8ribu sampai 10ribu rupiah saja untuk menikmati kelezatan soto sedap malam yang benar-benar sedap ini. Pantas saja kalau dalam sehari ±1.000 porsi bisa terjual habis. Apalagi kalau musim mudik lebaran tiba, mereka bisa menghabiskan hingga 3kali lipatnya. (Kompas.com)

Balap Rasa dalam Sepiring Lontong

Aris Taufiq melayani pembeli yang ingin menikmati lontong balap di warungnya yang berlokasi di Jalan Prof Dr Moestopo, Surabaya.

KULINER khas Surabaya ini merajai sajian dari gerobak dorong hingga restoran. Mari cicipi lontong balap Surabaya. Kuahnya yang segar dan gurih berpadu sambal petis pedas menghasilkan sensasi rasa yang meriah.

Kenikmatan itu bisa dijumpai di antaranya di warung lontong balap Pak Gendut yang hadir sejak 1958. Sepiring lontong balap tersaji bersama lentho, mirip perkedel, tapi terbuat dari kacang merah. Di piring lain terhidang sepuluh tusuk sate kerang bertabur bawang goreng. Tak lupa disandingkan semangkuk kecil sambal petis udang Sidoarjo yang menguarkan aroma khas.

Lontong balap termasuk kategori makanan berat sekelas nasi meski terbuat dari bahan-bahan yang sederhana, yaitu irisan lontong, tahu goreng yang dipotong-potong, dan taoge yang hanya disiram air panas.

Campuran bahan itu kemudian disiram dengan kuah bening panas. Untuk menjaga kuah tetap panas, kuali terus dipanggang di atas tungku berbahan bakar arang yang membara. Sebelum disajikan, tak lupa ditaburkan irisan daun bawang dan bawang goreng ditambah kecap manis.

Kelezatan

Komposisi bahan yang sederhana bukan berarti tak bercita rasa. Di sinilah keunikan lontong balap. Kelezatannya ditentukan oleh kuah yang bening tapi segar dan gurih, sambal petis yang pedas, serta lentho.

Ahli waris resep masakan lontong balap Pak Gendut, Aris Taufiq, mengatakan, dirinya hanya memasak bahan-bahan pilihan yang terjaga kesegarannya. Setiap hari, putra tunggal Pak Gendut (alm) ini berbelanja bahan langsung ke pasar untuk mendapatkan bahan terbaik.

Lontong balap.

”Cita rasa lontong balap juga dipengaruhi oleh teknik atau cara memasak serta peralatan yang digunakan. Kami memilih cara tradisional meski butuh proses panjang,” ujar Aris.

Untuk menghasilkan kuah yang lezat, misalnya, tidak cukup mengandalkan kesegaran bumbu rempah, seperti bawang putih, bawang merah, garam, dan tambahan udang. Akan tetapi, ramuan bumbu itu harus dimasak menggunakan kuali tanah untuk menjaga cita rasa.

Penggunaan bahan bakar saat memasak juga dipertimbangkan betul karena berimplikasi pada rasa masakan. Pilihan jatuh pada arang dari batok kelapa atau arang kayu dibandingkan elpiji dan minyak tanah. Alasannya, agar aroma kuah tak terkontaminasi oleh bau gas ataupun bau asap.

Untuk melengkapi kesegaran kuah lontong balap, Aris menyediakan sambal petis udang. Tak sembarang petis dia gunakan, tetapi hanya petis dari Kabupaten Sidoarjo yang sudah tersohor. Penyajian sambal petis ini sengaja disendirikan, tidak dicampur dalam kuah, agar pelanggan bisa menyesuaikan selera pedas.

Lontong balap Pak Gendut juga terkenal berkat lentho yang murni terbuat dari kacang dan beras merah, dibumbui garam, daun jeruk, ketumbar, dan merica.

”Lentho renyah hanya jika tanpa bahan campuran tepung. Cukup haluskan semua bahan plus bumbu kemudian dibentuk bulat oval dan digoreng dalam minyak yang tidak terlalu panas supaya matang merata dan tidak pecah,” kata Aris.

Seporsi lontong balap bisa disantap dengan harga Rp 12.000. Jika ingin tambah sate kerang, cukup merogoh kocek Rp 12.000 per 10 tusuk. Sementara es degan bisa dinikmati dengan harga Rp 7.000 per porsi.

Lontong balap bisa disantap kapan pun. Itu sebabnya warung lontong balap di Surabaya biasanya buka dari pagi hingga malam hari.

Pak Gendut merintis jualan lontong balap pada 1958 di kawasan Wonokromo. Setelah itu berpindah dan menetap sebagai pedagang kaki lima di Jalan Kranggan, tepatnya di depan Gedung Bioskop Garuda sejak 1976.

Sate kerang.

Namun, karena kerap kena gusuran satuan polisi pamong praja, Aris memutuskan pindah lokasi berjualan ke Jalan Profesor Dr Moestopo atau depan Kantor PDAM Surabaya. Pemindahan warung semata demi kenyamanan pelanggan.

Aris memutuskan membuka cabang di Jalan Embong Malang, di Royal Plaza, dan di Jalan Ketintang Madya. Kendati sudah masuk pusat perbelanjaan modern, lontong balap tetap menjadi makanan yang merakyat. Alasan itulah yang membuat Aris tak berani mematok harga tinggi layaknya makanan lain yang dijajakan di food court. ”Cukup Rp 15.000 per porsi,” ucapnya tersenyum.

Memang ada beberapa versi tentang sebutan lontong balap. Aris menyebut, dulu para pedagang secara berombongan suka balapan rombong seusai berjualan. Versi lain menyebut, para pedagang lontong berkuah bening ini suka saling pinjam alat memasak sehingga terkesan balapan jualan. Versi mana pun yang benar, barangkali tidak begitu penting. Yang jelas dalam sepiring lontong kita bisa menemukan perpaduan cita rasa, yang boleh jadi balapan juga.... (RUNIK SRI ASTUTI)
Editor : I Made Asdhiana
Sumber: Harian Kompas

Metro TV: Mencicipi Blengong Goreng, Kuliner Khas Tegal


Tegal: Jika anda melintas di jalur utama pantura Brebes atau Tegal, Jawa Tengah, tepatnya di perbatasan Brebes-Tegal, jangan lupa mampir di kawasan Kaligangsa. Di sana ada kuliner blengong goreng.

Blengong goreng merupakan daging hewan dari perkawinan silang bebek dan itik, sehingga menghasilkan hewan yang disebut blengong yang dagingnya mempunyai cita rasa lezat.

Sebenarnya, jenis masakan ini telah dikonsumsi oleh masyarakat Tegal-Brebes sejak puluhan  tahun silam. Blengong biasanya diolah dalam bentuk blengong bakar atau blengong gulai yang disuguhkan bersama kupat atau biasa disebut kupat blengong.

Seiring kemajuan zaman, blongong kini memiliki variasi yaitu blengong goreng. Hidangan ini layaknya ayam goreng atau bebek goreng.

"Blengong  merupakan hewan hasil perkawinan bebek dan itik, sehingga memunculkan unggas baru bernama blengong, yang hanya bisa dijumpai di Brebes dan Tegal. Dagingnya yang empuk dibandingkan bebek. Citarasa blenong juga khas," ucap H. A Ghautsun, salah satu tokoh maysarakat Tegal yang juga penikmat daging blengong, saat ditemui Metrotvnews.com di Warung Makan Blengong Desa kaligangsa Wetan Kota Tegal.


Masakan Blengong saat ini diolah dengan menu modern, namun tetap dengan bumbu yang merupakan resep turun temurun warisan leluhur.

Metrotvnews.com berkesempatan mencicipi blengong goreng olahan warga Kaligangsa Tegal. Dan memang, rasanya tiada banding. Selain gurih, dagingnya empuk sekali. Bagi orang tua yang giginya sudah ompong akan dengan mudah menyantapnya. Tak heran jika penggemar kuliner ini dari beragam kalangan dan usia.

Bumbu yang digunakan untuk mengolah blengong goreng  sama seperti masakan pada umumnya, yaitu cabai rawit, cabai merah, garam, terasi, serta bumbu lainnya.


Yang membedakan adalah proses pengolahannya. Setelah dipotong, daging blengong disiram air panas. Kemudian, blengong disiram gula santan sehingga bumbu akan makin meresap.

Langkah berikutnya, daging direbus dengan bumbu selama satu jam lebih. Baru kemudian digoreng.

Blengong yang sudah digoreng disajikan dengan sayur-sayuran mentah berupa mentimun, kubis, dan daun kemangi.

Kuliner ini makin nikmat bila disantap dengan sambal khas, sambal glower dengan tingkat kepedesan sesuai permintaan konsumen.

"Ada juga sambal bledek yang rasa pedasnya selangit," kata Ratini (53), salah satu pemilik warung blengong goreng di kawasan Kaligangsa Wetan, Kota Tegal.

Hal unik lainnya dari kuliner ini adalah para pedagang tak mau mendirikan warung di pinggir jalan utama. Mereka menjajakan hidangan di dalam perkampungan, masuk ke gang kecil, bahkan di tepi sawah. Untuk menikmati masakan ini, konsumen harus berjalan kaki menyusuri perkampungan atau pematang sawah.

Soal harga, relatif murah. Konsumen cukup merogoh kocek Rp9 ribu hingga Rp12 ribu untuk setiap potong blengong goreng.

Wisata Kuliner dan Tempat Makan Enak di Tegal

Es Sagwan 

Apa sih makanan yg paling terkenal dr Tegal? Warteg! hehehe kalau disana mungkin sebaiknya bukan warteg yg anda tuju, tapi beberapa kuliner khas yg gak kalah menariknya dengan di daerah lain:

Latopia / Laktopia / Latopnya
Bakpia khas Tegal yg tampilannya hampir sama dengan bakpia umumnya. Bedanya, pianya lebih padat, lebih renyah,  dan lebih gurih. Untuk ukurannya pun lebih besar. Latopia yang terkenal dapat dibeli di Jl. Paweden kota Tegal.


Iga Bakar Valentine
Berlokasi di Jalan Kartini No. 5 Kota Tegal. Posisinya diantara pertigaan depan Dedy Jaya Plaza Tegal dan SMA Negeri 1 Kota Tegal. Buka dari jam 17:00 – 23:00 WIB. Menu: Iga Bakar, Nasi Rawon, Ayam Kampung, Nasi Soto Ayam, Nasi Soto Sapi, ice blend, aneka jus, es teller, dan menu lainnya. Bahkan terkadang ada menu-menu spesial yang hanya ada pada hari itu. Masalah harga rata-rata pas untuk kantong.

Es Lontrong Serut
Lontrong Kampung Budimulya, Slawi. Atau “ancer-ancer”-nya adalah dari Ruko Perdagangan Slawi, masih ke timur, setelah jembatan, nanti belok kiri pada gang pertama. Dari jalan raya hanya sekitar 20 meter. minuman yang terbuat dari es serut, santan, pewarna, kacang hijau, hung kweh, dan kolang-kaling sudah sangat terkenal di Tegal. Khususnya Slawi.

Bakso Sutimin
Jalan Raya Karanganyar No. 51 Kabupaten Tegal, Telp. (0283) 320935. Tempatnya di timur jalan raya. Kira-kira 500 meter apabila dari Perempatan RSUD Kardinah, apabila dari arah selatan, setelah SMK Karanganyar.

Ketupat Glabed dan Ketupat Bongkok
Ketupat / Kupat Glabed, Ketupat yang dimakan dengan kuah kuning kental. Ketupatnya dipotong-potong, dibubuhi tempe goreng, dan disiram dengan kuah glabed. Warung yang menjadi favorit adalah di depan Stasiun Besar Kota Tegal.

Olos
Olos adalah makanan yang berbetuk bulat, yang kulit luarnya menggunakan tepung kanji sehingga berasa kenyal dan dalamnya berisi berisi sayuran seperti kol dan lainnya rasanya khas yaitu pedas. Olos banyak di daerah Kabupaten tegal, terutama di Slawi dan Adiwerna. Lokasinya un cukup mudah, biaasanya ada di depan sekola-sekolah, Seperti SMA N 2 Slawi, SMP N 1 Adiwerna, SMA N 1 Slawi dan lain-lain.

TAHU MURNI dan RM NATA JAYA
Di jalur pantura di Jl Dampyak no 19-21 dan Jl AR Hakim no 100, telp (0283)351558 dan Jl P. Diponegoro no78 telp (0283) 3307157. Lokasinya berjarak 2 km dari POM bensin MURI.

SATE KAMBING KUMIS
Jl Cipto Mangunkusumo Tegal. dari arah Brebes Ada di sebelah kiri jalan. Dagingnya empuk dan manis. Ada juga sate ati dan torpedo. Selama bulan puasa hingga 2 minggu setelah lebaran, buka 24 jam.

RESTORAN PRINGSEWU
Jl raya Tegal, Pemalang km 7 Kramat, telp (0283) 3318138
Hidangan yang jadi andalan adalah gurame dan es durian.

RM CEMPAKO
Jl raya Tegal, Pemalang km 20, Demangharjo. Menu favorit adalah ikan patin pedas. Rasanya segar, asam manis, pedas bercampur jadi satu. Selain itu ada pindang patin, masak serani, pepes patin, gulai tempoyak hingga mangut patin.

Es SAGWAN
Minuman Asli Tegal.  rasa Es yg satu ini, segar, berisi adonan yang dibuat dari aci (tepung kanji) panjang-panjang berwarna putih, es serut serta gula. Gulanya pun ada dua pilihan yaitu warna merah dan warna coklat. Kabarnya, minuman ini sudah puluhan tahun berdiri. Sagwan ternyata berasal dari nama orang yang pertama kali membuat minuman ini. Beliau sudah lama meninggal dan rumahnya di sebelah barat SMP N 1 Dukuhturi atau daerah Kepandean. Meskipun sudah meninggal, minuman ini menjadi bisnis turun-temurun keluarganya.Es Sagwan ada di:

    Jln. KS tubun, selatannya RS Kardinah sebelum rel dari Perempatan Kejambon
    Jln. Mejasem, depan Pala 13 Mejasem
    Jln. Srigunting, menghadap selatan
    Jln. Sumbodro, depan SMA N 3 Kota Tegal
    Jln. AR Hakim, sebelahan dengan toko sepeda NORTON
    Jln. Raya 2 Adwerna, utaranya Perempatan Singkil jalan 2, sebelahan dengan kios/rental komputer

Lengko merupakan salah satu makanan khas daerah Tegal. Beberapa yg terkenal:
  • Lengko Raswi, pertigaan dekat perintasan KA Slawi yang mau menuju ke Ruko Pusat Perdagangan Slawi.
  • Lengko Kasmud. Depan Gedung Setiabudi Kota Tegal.
  • Lengko Kanyut. Bundaran SMA N 1 Kota Tegal, samping Gedung Asuransi Bumiputra Kota Tegal.

Lainnya: 

RM Pi An, di depan Stasiun KA Tegal. Gule kambingnya enak,j uga nasi lengko-nya tidak boleh dilewatkan. Bungkus juga pisang gorengnya yang istimewa untuk bekal di perjalanan.

Sate kambing muda khas Tegal  Sari Mendo (Jalan Teuku Umar, Debong, Tirus).

Sate ayam Margasari yang buka cabang di Jl. A. Yani (seberang Toko BatikKrisna). Potongan ayamnya besar-besar, disiram bumbu kental berwarna kuning yang sangat gurih.

Tegal juga punya soto ayam yang khas, dengan bumbu tauco. Di daerah Talang (jalan menuju Slawai) dapat dijumpai beberapa warung soto dengan label "Sedap Malam". Yang asli dari seri "Sedap Malam" ini adalah Daan Jenggot yang kini diteruskan oleh anak laki-lakinya.Warung-warung soto “Sedap Malam” lainnya dioperasikan oleh kerabat dan bekas karyawan Daan Jenggot.

Warung Alwi
Jl.Setiabudi, Warung ini menyediakan nasi bakmoy, ca rebung dan sekitar 25 masakan peranakan lain, seperti: rebung, yupo asam manis, dan lain-lain. Warung ini baru buka setelah magrib. Ada juga nasi bogana khas Tegal di sebuah warung kecil di dekat Klenteng Tegal.

sumber:
www.semuaadadisini.com
www.infotegal.com
www.detikfood.com

Kacang Bogares


Siapa yang tak kenal dengan kuliner khas Tegal yang satu ini? Kacang dengan rasa yang gurih dan renyah ini biasanya dijadikan camilan atau oleh – oleh sanak famili baik yang berada di dalam kota maupun d luar kota. Kuliner yang menjadi salah satu sumber penghasilan utama di daerah Bogares Kecamatan Pangkah ini sudah sangat terkenal hingga luar kota.

Namun dibalik rasanya yang gurih, ada banyak proses untuk membuat kacang dengan citarasa yang enak. Tidak heran, Si Gundul Trans 7  pernah meliput proses pembuatan kacang bogares ini :)

Kacang bogares dapat mudah ditemukan di sentra-sentra jajanan yang ada di Tegal. Namun jika ingin lebih mantap lagi, bisa berkunjung ke Bogares ya.

(Source)

Bermodal Rp 1 juta, pria Indonesia ini jadi juragan sate di Amerika

Sate food Truck

Kecintaan yang besar terhadap bisnis kuliner membuat Martin Setiantoko bercita-cita untuk memiliki restoran sendiri. Namun, layaknya kisah pengusaha yang merintis bisnis di awal, dirinya tidak memiliki modal yang cukup untuk mewujudkan mimpinya tersebut.

Setelah menamatkan pendidikan di sekolah kuliner Malang, Jawa Timur, saat berusia 24 tahun, Setiantoko memutuskan mengadu nasib ke Amerika untuk mewujudkan mimpinya memiliki restoran sendiri. Di Amerika, Setiantoko tinggal di New York dengan uang saku yang hanya tersisa Rp 1 juta.

Di kota Big Apple tersebut, untuk bertahan hidup dan mewujudkan mimpinya, Setiantoko bekerja sebagai tukang cuci piring di sebuah restoran. Pekerjaan tersebut dijalaninya selama lima tahun.

Setelah dirasa uang tabungannya sudah cukup, Setiantoko bertekad membuka restoran sendiri di Virginia. Namun, selama enam bulan pertama, restorannya tidak mendapatkan keuntungan.

"Selama enam bulan pertama usahanya bangkrut. Dan badannya sakit karena terlalu diforsir untuk bekerja," seperti dikutip share.america.com, Selasa (17/3).

Setiantoko mulai merasakan keuntungan ketika restorannya sudah berjalan tiga tahun. Dengan keuntungan tersebut, dia mulai mengembangkan bisnis kulinernya.

"Dengan keuntungan tersebut, dia mengembangkan usahanya. Bukannya membuka restoran baru, dia justru membeli dua buah truk dan mengubahnya menjadi food truck dan berjualan di Washington. Keputusannya membuahkan hasil. Kebanyakan pendapatannya berasal dari truknya."

Berbeda dengan food truck yang biasa beredar dengan menjual makanan khas Amerika, seperti burger dan hot dog, Setiantoko justru menawarkan kuliner khas Indonesia seperti sate, kari ayam, mia ayam, hingga rendang. Food truck-nya sendiri diberi nama Sate Truck.

Semua menu kuliner Indonesia seperti ate, kari ayam, mia ayam dibanderol USD 9 atau Rp 118.687 (jika USD 1 = Rp 13.187). Sedangkan rendang lebih mahal USD 1, yakni USD 10 atau Rp 131.875.

Kini usaha kuliner Setiantoko telah berkembang. Saat ini dia memiliki satu restoran dan dua food truck yang berada di lokasi berbeda.

"Memiliki bisnis kuliner memang membuat stres tapi itu sebanding ketika dapat melihat orang berbaris untuk menunggu makanan saya," ujar Setiantoko.

(Source)

Waspada! Ini Beragam Makanan Palsu dari Cina

Beras plastik dari Cina (ILustrasi)

Cina terkenal karena banyak hal, salah satunya adalah kepiawaian pebisnis di sana dalam memalsukan berbagai produk. Mulai dari pakaian, tas, bahkan alat-alat elektronik bisa dibuat persis sama dengan aslinya.

Hal ini semakin mengkhawatirkan ketika produk-produk palsu tersebut sudah menyentuh ke ranah makanan. ROLers, berikut adalah berbagai makanan palsu asal Cina yang perlu Anda waspadai, dilansir dari Listverse, Rabu (27/5).

Beras plastik
Jika ada satu makanan yang nyaris mustahil bisa dipalsukan, maka itu adalah beras. Ajaibnya, Cina bisa melakukannya. Beras palsu asal Cina ini juga disebut beras plastik dan saat ini menjadi isu besar di Indonesia. Beras plastik asal Cina terbuat dari kentang, ubi jalar, dan resin sintetik yang dibentuk menjadi seukuran beras. Beras plastik ini biasanya dijual di pasar-pasar Cina, terutama di Taiyuan, Provinsi Shaanxi. Beras plastik ini berbahaya sebab memakan tiga mangkuknya sama saja dengan memakan satu tas vinil. Penjual beras yang tidak jujur bahkan berani mencampur beras kualitas premium yang disebut beras wuchang dengan beras plastik ini supaya rasa nasi asli tetap terasa dan pembeli tidak curiga. Padahal, Cina hanya memproduksi 800 ribu ton beras wuchang per tahun, namun faktanya di lapangan ada 10 juta ton beras wuchang yang dijual. Hal ini berarti ada sekitar sembilan juta ton beras palsu yang diduga beras plastik yang dijual di Cina.

Kambing tikus
Penjual makanan di Cina juga bisa berbuat curang dengan menjual daging kambing palsu. Mereka mencampurkan daging tikus, musang, dan rubah, kemudian memasukkan bahan-bahan tambahan, seperti nitrat, gelatin, dan carmine sehingga rasanya menyerupai daging kambing. Skema ini begitu populer dan polisi pernah menangkap lebih dari 900 pedagang dan menyita 20 ribu ton daging kambing palsu ini dalam waktu tiga bulan. Salah satu penjual, seorang pria bernama Wei mengaku meraup satu juta poundsterling atau setara Rp 20 miliar dari penjualan saja. Sangat sulit membedakan daging kambing asli dengan palsu pertama melihatnya. Bagian putih dan merah dari daging kambing asli susah sekali terpisah setelah direbus atau dirobek, sedangkan daging domba palsu tidak.

Tahu kimia
Pihak berwenang Cina pernah menutup dua pabrik di Wuhan, Provinsi Hubei yang ketahuan menjual tahu kimia. Tahu asli di Cina terbuat dari campuran susu, kedelai, dan koagulan, sedangkan tahu palsu tidak. Pelaku mencampurkan protein kedelai dengan tepung, monosodium gutamat, pigmen, dan es untuk membuat tahu palsu. Mereka mengemas dan menjualnya dengan menggunakan label tahu perusahaan lain. Pembuat tahu palsu lain mengaku mereka menambahkan rongalite, cairan pemutih berbahaya yang bisa menyebabkan kaner. Sindikat ini dipimpin oleh tiga orang saudara sepupu dan berhasil menjual sekitar 100 ton tahu palsu ke publik. Ketika polisi menggerebek pabrik mereka, polisi menemukan pegawai-pegawainya juga membuat tahu-tahu palsu ini dengan peralatan kotor.

Sumber: republika.co.id/

Makanan Persia yang menggoda

Kawasan Persia, seperti negara Asia lainnya sangat menyukai manisan dan penduduknya mengkonsumsi sejumlah besar makanan manis dan madu. Hidangan nasional utamanya adalah nasi yang dimasak dengan mentega dan dicampur dengan potongan-potongan kecil daging. Koki asal Persia sangat cakap dan tahu bagaimana mempersiapkan berbagai jenis hidangan.

Banyak wisatawan menganggap “kabob” sebagai salah satu hidangan terbaik, dan anda dapat menimati makanan ini jika anda menggunakan maskapai asal Iran jika berpergian ke luar negeri. Jenis makanan ini terdiri dari irisan kecil domba yang ditusuk seperti sate kemudian dipanggang diatas api.

Jenis Kabob kuliner persia

Rempah-rempah yang digunakan dalam masakan Persia adalah : mint, ketumbar, dll. Rempah-rempah paling dikenal dan paling banyak digunakan di Iran, nah sekarang saatnya kita menikmati masakan dari Persia.

 
Copyright © 2018 Hari Hari Sehat Bersama. All Rights Reserved. Powered by Angkasa News Agency Global